Budaya dukun (paranormal) Di Indonesia
Budaya : dukun-dukun gunung bromo
LAKSANA AGUNG SAPUTRA
Sa i (60), seorang calon dukun, merapalkan mantra pulun sebagai ujian pengukuhan dukun pandhita pada Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten di kawasan laut pasir Tengger, Jawa Timur, Minggu (6/9) dini hari. Dukun pandhita adalah tokoh masyarakat yang menjadi kunci kehidupan spiritual dan tradisi masyarakat Tengger secara komunal.
SUKU TENGGER
Dukun-dukun Gunung Bromo
Laksana Agung Saputra
Purnama sempurna pada hari ke-14 bulan Kasada. Dalam temaram cahayanya yang menyapu lembut laut pasir Tengger, ritual inti Yadnya Kasada digelar pada suhu udara 2-5 derajat celsius.Prosesi Yadnya Kasada dimulai sejak 28 Agustus.Puncaknya adalah ritual di Pura Luhur Poten di laut pasir Tengger, Minggu (6/9) dini hari.Prosesi dilanjutkan dengan labuh sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo, sebuah peringatan atas sebuah legenda yang diyakini sebagai cikal bakal masyarakat Tengger.Di pelataran utama Pura Luhur Poten berdiri sebuah pendapa berukuran 10 meter x 10 meter menghadap ke selatan, persis ke arah Padmasana. Pendapa itu memiliki bangunan sayap di kanan-kirinya, yang masing-masing bentuknya memanjang.Sayap timur merupakan tempat bagi para dukun, sesaji, dan warga dari desa-desa masyarakat Tengger di kawasan sebelah timur laut pasir, yakni wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang.Sementara sayap barat merupakan tempat bagi dukun, sesaji, dan warga dari desa-desa masyarakat Tengger di kawasan sebelah barat laut pasir, yakni wilayah Kabupaten Pasuruan dan Malang.Tak kurang 47 dukun mewakili desanya masing-masing hadir dalam Yadnya Kasada tahun ini.Mereka memakai pakaian putih atau hitam dipadu celana hitam dengan kombinasi kain batik.Selendang kuning menyilang di dada menjadi tanda bahwa mereka adalah dukun.Tak ketinggalan tentunya ikat bermotif batik diikat menutupi kepala.Para dukun itu tergabung dalam Perkumpulan Dukun Sekawasan Tengger atau sering disebut Paruman Dukun Tengger.Saat ini, Ketua Paruman Dukun Tengger adalah Mujono, dukun Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Mantra pulun
Sekitar pukul 03.00, ritual Yadnya Kasada dimulai.Prosesinya meliputi pembacaan sejarah Kasada, puja stuti dukun pandhita, mulunen, dan mekakat atau upacara penutup.Di antara prosesi itu, mulunen selalu menarik perhatian umat.Mulunen adalah wisuda samkara atau upacara ujian sekaligus pengukuhan dukun baru.Upacara ini hanya bisa digelar dalam prosesi Yadnya Kasada.Disebut mulunen karena calon dukun harus merapalkan mantra pulun.Mantra ini hanya dirapalkan saat wisuda samkara dan unan-unan (tradisi 5 tahunan).Seorang dukun dinyatakan lulus apabila mampu merapalkan mantra pulun dengan lancar. Kesempatan hanya diberikan maksimal tiga kali.”Kalau pertama kali merapalkan lancar, ya langsung dianggap lulus.Tetapi kalau masih kurang lancar, maka diberi kesempatan dua kali lagi.Kalau pada kesempatan ketiga tidak lancar juga, ya dianggap tidak lulus,” kata Ketua Paruman Dukun Tengger Mujono.Setiap desa Tengger memiliki satu dukun.Desa yang penduduknya padat, seperti Ngadisari, bisa dimungkinkan memiliki dua dukun.Pergantian dukun bisa dilakukan jika dukun lama meninggal atau mengajukan pengunduran diri karena sakit atau sudah terlalu tua.Pada Yadnya Kasada tahun ini, dua desa mengajukan calon dukun baru, yakni Desa Gemito, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Masing-masing adalah Sumal (40) dan Sa’i (60).Begitu upacara mulunen akan dimulai, keduanya diarak menuju pendapa utama. Saat merapalkan mantra pulun, calon dukun diapit tiga dukun, yakni Ketua Paruman, Wakil Ketua Paruman, dan dukun lain yang dituakan.Sumal yang mendapat giliran pertama langsung mengambil tempat menghadap Padmasana.Setelah menerima instruksi, ayah tiga anak itu langsung merapalkan mantra pulun.Mantra harus dirapalkan secara cepat dan lancar.Pada kesempatan pertama ia gagal. Mulutnya berhenti bergerak saat sampai pada seloka atau bait kedua. Hal sama terjadi pada kesempatan kedua. Akhirnya, Sumal berhasil menyelesaikan mantra pada kesempatan ketiga atau terakhir.”Kados pundi sedulur brang wetan? Kados pundi sedulur brang kulon?” tanya Mujono, meminta penilaian dari forum dukun.”Lulus,” kata dukun-dukun di sayap timur dan barat.Dukun dari kawasan timur disebut saudara seberang timur atau sedulur brang wetan.Sementara dukun dari kawasan barat disebut saudara seberang barat atau sedulur brang kulon.Berikutnya adalah Sa’i. Ayah empat anak dan kakek dua cucu itu dengan lancar menuntaskan mantra pulun pada kesempatan pertama sehingga sedulur brang wetan dan kulon pun langsung sepakat meluluskan dia.Mujono kemudian memberikan piagam kepada Sumal dan Sa’i sebagai tanda pengukuhan dukun sah. Dalam piagam dengan kop Paruman Dukun Sekawasan Tengger itu, masing-masing dinyatakan lulus dengan predikat baik dan berkewajiban Ngloka Pala Sraya atau melayani umat menjalankan ajaran agama Hindu.”Lega rasanya.Lega bisa dilantik menjadi dukun,” kata Sa’i seusai upacara.Rona kelegaan pun bersinar di wajah Sumal.”Untung saya berhasil pada kesempatan terakhir,” kata Sumal yang baru belajar mantra pulun dalam tiga hari terakhir.
Mistis
Menurut kisah para dukun, wisuda samkara selalu diliputi nuansa mistis.Contohnya sebagaimana dialami Marji’in (50), calon dukun dari Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, beberapa tahun silam.Marji’in adalah pembantu dukun selama bertahun-tahun.Soal merapal mantra, Marji’in bisa dikatakan sudah mumpuni. Namun, saat merapal mantra pulun pada mulunen, ia gagal dalam dua kesempatan pertama. Pada kesempatan terakhir, Marji’in tak mampu mengeluarkan satu kata pun. Kepalanya hanya bergeleng-geleng ke kanan-kiri.Pembantu dukun itu pun akhirnya dinyatakan tak lulus ujian. Sebaliknya, Sukaryono (48), calon dukun lainnya, lulus dengan lancar meski tidak mempunyai latar belakang sebagai pembantu dukun.”Aneh memang.Tapi itulah kenyataannya. Beberapa calon dukun tidak lulus ujian meski sebelumnya fasih merapalkan mantra pulun,” kata Wakil Ketua Paruman Dukun Sekawasan Tengger Sutomo.Dalam tradisi Tengger, terdapat 71 bab dan 165 lanjaran mantra serta 6 jenis mekakat atau sambutan. Setiap mantra rata-rata terdiri atas empat bait. Mantra pulun yang terdiri atas dua bait sebenarnya termasuk yang terpendek.Untuk menjadi dukun, menurut Sutomo, tentu saja syaratnya tidak sebatas mampu merapalkan mantra pulun, tetapi semua mantra.Calon dukun setidak-tidaknya harus hafal 50 persen mantra yang umum dipakai.Selebihnya bisa dihafalkan kemudian.Namun, sebelum mulunen, calon dukun harus terlebih dahulu mengetahui dan memahami sejarah dan tradisi masyarakat Tengger.Calon dukun juga diwajibkan menguasai kalender Tengger karena semua kegiatan tradisi dan keagamaan didasarkan pada perhitungan kalender tersebut.Seorang dukun juga harus menjaga kesucian hidup dan berkomitmen melayani umatnya.
Dukun gedhe
Ada dua macam dukun di Tengger, yakni dukun gedhe dan dukun cilik.Dukun gedhe atau tepatnya disebut dukun pandhita adalah pemimpin agama sekaligus tradisi yang hanya bisa dikukuhkan dalam Yadnya Kasada. Sementara dukun cilik adalah dukun sebagaimana istilah dukun yang dikenal di daerah lain. Biasanya, status dukun cilik didapat dari pengakuan warga karena seseorang memiliki kemampuan tertentu, misalnya kemampuan mengobati.Tugas dukun pandhita pertama-tama adalah menjaga kesucian diri sendiri.Kedua, menentukan hari baik untuk semua upacara.Ketiga, melaksanakan upacara.Dan, keempat, membimbing umat.Upacara-upacara yang diselenggarakan dukun pandhita tidak hanya upacara agama Hindu yang juga dirayakan umat di daerah lain, misalnya Nyepi, tetapi juga upacara tradisi khas Tengger sendiri. Dalam Hindu dikenal istilah Desa Kalapatra.Artinya, setiap umat Hindu diberi kebebasan menghayati agamanya sesuai dengan konteks budaya lokal.Ada pemeo di kalangan masyarakat Tengger, lebih baik tidak memiliki kepala desa daripada tidak memiliki dukun pandhita.Ini menunjukkan pentingnya dukun dalam kehidupan masyarakat Tengger.Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto menyatakan, dukun pandhita adalah kunci kehidupan tradisi dan spiritual masyarakat Tengger.Sebab, dialah yang menentukan seluruh kalender kegiatan tradisi dan keagamaan, termasuk menyelenggarakannya.”Selain pemimpin spiritual, dukun pandhita juga menjadi panutan dan acuan dalam kehidupan sosial.Ia adalah tokoh masyarakat,” kata Bambang.
Manasuka
Dukun pandhita termasuk dalam struktur lembaga PHDI di kabupaten masing-masing.Namun, mereka tidak mendapat gaji.Mereka menerima imbalan uang dari upacara-upacara yang dipimpinnya, baik upacara yang bersifat massal, seperti Yadnya Kasada, maupun upacara yang bersifat pribadi, misalnya upacara meruwat anak.”Besarnya imbalan manasuka atau suka-suka sesuai kemampuan yang punya hajatan.Tapi rata-rata Rp 75.000 sampai Rp 100.000 per upacara,” kata Sutomo.Menjadi dukun pandhita memang bukan jalan yang menjanjikan kesejahteraan materi seperti anggota legislatif.Guna menopang hidup keluarga, semua dukun harus bekerja layaknya masyarakat awam Tengger, yakni mencangkul di ladang.Pada hari ke-14 bulan Kasada itu, Sumal dan Sa’i telah menjadi dukun pandhita.Dan, tugas mereka baru saja dimulai.
Kesimpulan : Budaya dukun di Indonesia masih terlihat jelas, karena Indonesia terdiri dari
berbagai suku dan dari tiap suku tersuebut biasanya memiliki dukun yang
berguna dalam upacara adat maupun dalam soal mengobati. Namun tidak
sedikit pula yang berfungsi lain, seperti santet dan pelet.
Dukun-dukun Gunung Bromo
KOMPAS, Sabtu, 12 September 2009
Selasa, 03 Juli 2012
BUDAYA BURUK INDONESIA
BUDAYA BURUK INDONESIA
1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam-macam. Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya pelaksanaan tertunda-tunda padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.
2. Budaya Jam Karet
menurut beberapa orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika ditanya kebudayaan apa yang
menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab :Jam Karet! Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati.Sudah sebegitu parahkah disiplin kita.
3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)
Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa ditunda besok? Orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.
4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan
orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau
turun langsung ke lapangan.
BUDAYA JEPANG YANG PATUT DITIRU INDONESIA
Budaya malu (shame culture) sejatinya merupakan sikap dan sifat bangsa Timur/Asia termasuk bangsa kita.Intinya merupakan wujud hati nurani yang benar, bukan hanya di permukaan saja atau cari-cari publisitas saja.Sampai kinipun, bagi masyarakat Jepang moral atau akhlak dalam konseprinri (bertata-krama), jiwanya datang dari China kuno. Ajaran Konfusianisme di Jepang sebagai falsafah hidup dijunjung tinggi sebagai panduan yang menjiwai identitas dan tanggung jawab tidak hanya dalam keseharian keluarga, tapi juga dalam keseharian pelayanan brokrasi dan kelincahan bisnis/mencari untung dengan pertanggungjawaban sosial.
Filsuf kuno Konfusius sudah sejak zaman dulu mengungkapkan secara halus berikut ini “... kesalahan mendasar kita adalah mempunyai kesalahan dan tidak sudi memperbaikinya (the real fault is to have faults and not to amend it).” Setiap kali orang Jepang membuat kesalahan fatal, karena malu menggugat diri/introspeksi diri dengan melakukan meditasi dan kemudian memperbaiki diri atau mengundurkan diri bahkan ada yang sampai ber-harakiri (bunuh diri), karena rasa malu.
Setiap anggota masyarakat di Jepang harus berani dan fokus menatap cermin, setiap pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur selama 60 detik (satu menit), mengugat diri/introspeksi diri dan bertanya yang ada di cermin, masihkah menghayati etika & norma yang ada atau budaya malu sudah luntur dalam dirinya..??
Dari usia dini, selain diajarkan budaya malu, anak anak diajarkan budaya saling memperhatikan & melayani orang lain, budaya ini telah ditanamkan di sekolah dasar dan TK. Kalau di Indonesia kita mengenal kata piket, di Jepang pun ada, dengan tanggung jawab yang lebih banyak. Kelompok-kelompok piket yang bertugas bukan hanya membersihkan kelas saja, tapi juga membantu memasak dan menyiapkan makanan untuk teman-temannya, menyiram tanaman dan memberi makan binatang piaraan di sekolah.Di hari-hari tertentu jika ada kegiatan bersih-bersih massal, semua orang turun tak terkecuali, termasuk para pimpinan.Di jepang tidak perlu promosi dalam bentuk foto atau siaran TV atas keterlibatan para pimpinan dalam menunjukkkan kesungguhan dan kerja keras, karena di Jepang peduli pada lingkungan & kegiatan bersih bersih masal sudah merupakan hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah jika ada yang tidak berpartisipasi atau hanya sekedar tunjuk sana tunjuk sini. Selain itu Anak anak dididik & diberi tanggungjawab sejak dini untuk membawa tas, jaket atau perlengkapan sekolah lainnya sendiri, tanpa bantuan orang tua, saudara ataupun pembantu.
Budaya malu, mendahulukan dan melayani orang lain ini bersumber dari ajaran Zen Buddhism. Melayani menumbuhkan rasa rendah hati dan kepekaan diri.Budaya malu menumbuhkan rasa tanggungjawab, perbaikan diri dan penyesalan yang mendalam.Padahal banyak masyarakat Jepang yang tidak beragama, tapi justru mereka masih sangat teguh memegang tradisi ini dan bisa menghargai, menghormati serta bertenggang rasa pada sesama hingga kini. Betapa indahnya jika kita saling melayani sekaligus punya rasa malu dan betapa damainya jika sifat rendah hati dan saling peduli bisa menjadi keseharian kita tanpa memandang ras, suku bangsa maupun agama.
KESIMPULAN :
Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dinina- bobokan oleh istilah indonesia kaya,masyarakatnya suka gotong royong, ada pancasila,agamanya kuat, dan lain-lain.Dan itu hanyalah istilah, kenyataannya bisa kita lihat sendiri. Ternyata negarakita hancur-hancuran, bahkan susah untuk recovery lagi, mana sifat gotong royong yang membuat negara
seperti Korea, bisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa-apa sudah ramai duluan. Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurang an kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala bidang. Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih baik.Semoga kita bisa memperbaiki Citra ini dengan sikap 3 M (mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari yang terkecil).
1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam-macam. Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya pelaksanaan tertunda-tunda padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.
2. Budaya Jam Karet
menurut beberapa orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika ditanya kebudayaan apa yang
menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab :Jam Karet! Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati.Sudah sebegitu parahkah disiplin kita.
3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)
Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa ditunda besok? Orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.
4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan
orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau
turun langsung ke lapangan.
BUDAYA JEPANG YANG PATUT DITIRU INDONESIA
Budaya malu (shame culture) sejatinya merupakan sikap dan sifat bangsa Timur/Asia termasuk bangsa kita.Intinya merupakan wujud hati nurani yang benar, bukan hanya di permukaan saja atau cari-cari publisitas saja.Sampai kinipun, bagi masyarakat Jepang moral atau akhlak dalam konseprinri (bertata-krama), jiwanya datang dari China kuno. Ajaran Konfusianisme di Jepang sebagai falsafah hidup dijunjung tinggi sebagai panduan yang menjiwai identitas dan tanggung jawab tidak hanya dalam keseharian keluarga, tapi juga dalam keseharian pelayanan brokrasi dan kelincahan bisnis/mencari untung dengan pertanggungjawaban sosial.
Filsuf kuno Konfusius sudah sejak zaman dulu mengungkapkan secara halus berikut ini “... kesalahan mendasar kita adalah mempunyai kesalahan dan tidak sudi memperbaikinya (the real fault is to have faults and not to amend it).” Setiap kali orang Jepang membuat kesalahan fatal, karena malu menggugat diri/introspeksi diri dengan melakukan meditasi dan kemudian memperbaiki diri atau mengundurkan diri bahkan ada yang sampai ber-harakiri (bunuh diri), karena rasa malu.
Setiap anggota masyarakat di Jepang harus berani dan fokus menatap cermin, setiap pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur selama 60 detik (satu menit), mengugat diri/introspeksi diri dan bertanya yang ada di cermin, masihkah menghayati etika & norma yang ada atau budaya malu sudah luntur dalam dirinya..??
Dari usia dini, selain diajarkan budaya malu, anak anak diajarkan budaya saling memperhatikan & melayani orang lain, budaya ini telah ditanamkan di sekolah dasar dan TK. Kalau di Indonesia kita mengenal kata piket, di Jepang pun ada, dengan tanggung jawab yang lebih banyak. Kelompok-kelompok piket yang bertugas bukan hanya membersihkan kelas saja, tapi juga membantu memasak dan menyiapkan makanan untuk teman-temannya, menyiram tanaman dan memberi makan binatang piaraan di sekolah.Di hari-hari tertentu jika ada kegiatan bersih-bersih massal, semua orang turun tak terkecuali, termasuk para pimpinan.Di jepang tidak perlu promosi dalam bentuk foto atau siaran TV atas keterlibatan para pimpinan dalam menunjukkkan kesungguhan dan kerja keras, karena di Jepang peduli pada lingkungan & kegiatan bersih bersih masal sudah merupakan hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah jika ada yang tidak berpartisipasi atau hanya sekedar tunjuk sana tunjuk sini. Selain itu Anak anak dididik & diberi tanggungjawab sejak dini untuk membawa tas, jaket atau perlengkapan sekolah lainnya sendiri, tanpa bantuan orang tua, saudara ataupun pembantu.
Budaya malu, mendahulukan dan melayani orang lain ini bersumber dari ajaran Zen Buddhism. Melayani menumbuhkan rasa rendah hati dan kepekaan diri.Budaya malu menumbuhkan rasa tanggungjawab, perbaikan diri dan penyesalan yang mendalam.Padahal banyak masyarakat Jepang yang tidak beragama, tapi justru mereka masih sangat teguh memegang tradisi ini dan bisa menghargai, menghormati serta bertenggang rasa pada sesama hingga kini. Betapa indahnya jika kita saling melayani sekaligus punya rasa malu dan betapa damainya jika sifat rendah hati dan saling peduli bisa menjadi keseharian kita tanpa memandang ras, suku bangsa maupun agama.
KESIMPULAN :
Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dinina- bobokan oleh istilah indonesia kaya,masyarakatnya suka gotong royong, ada pancasila,agamanya kuat, dan lain-lain.Dan itu hanyalah istilah, kenyataannya bisa kita lihat sendiri. Ternyata negarakita hancur-hancuran, bahkan susah untuk recovery lagi, mana sifat gotong royong yang membuat negara
seperti Korea, bisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa-apa sudah ramai duluan. Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurang an kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala bidang. Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih baik.Semoga kita bisa memperbaiki Citra ini dengan sikap 3 M (mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari yang terkecil).
Selasa, 24 April 2012
BUDAYA BURUK INDONESIA
BUDAYA BURUK INDONESIA
Bukan maksutnya ingin menurunkan derajat indonesia, tapi untuk membuat INDONESIA sadar bahwa kita punya budaya yang buruk.
1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam-macam. Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya pelaksanaan tertunda-tunda padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.
2. Budaya Jam Karet
menurut beberapa orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika ditanya kebudayaan apa yang
menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab : Jam Karet! Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati.Sudah sebegitu parahkah disiplin kita.
3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)
Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa ditunda besok? Orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.
4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan
orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau
turun langsung ke lapangan.
Budaya malu (shame
culture) sejatinya merupakan sikap dan sifat bangsa Timur/Asia termasuk
bangsa kita.Intinya merupakan wujud hati nurani yang benar, bukan hanya di
permukaan saja atau cari-cari publisitas saja.Sampai kinipun, bagi masyarakat
Jepang moral atau akhlak dalam konsep rinri
(bertata-krama), jiwanya datang dari China kuno. Ajaran Konfusianisme
di Jepang sebagai falsafah hidup dijunjung tinggi sebagai panduan yang
menjiwai identitas dan tanggung jawab tidak hanya dalam keseharian keluarga,
tapi juga dalam keseharian pelayanan brokrasi dan kelincahan
bisnis/mencari untung dengan pertanggungjawaban sosial.
Filsuf kuno
Konfusius sudah sejak zaman dulu mengungkapkan secara halus berikut ini “...
kesalahan mendasar kita adalah mempunyai kesalahan dan tidak sudi
memperbaikinya (the real fault is to have faults and not to amend it).”
Setiap kali orang Jepang membuat kesalahan fatal, karena malu menggugat
diri/introspeksi diri dengan melakukan meditasi dan kemudian memperbaiki diri
atau mengundurkan diri bahkan ada yang sampai ber-harakiri (bunuh
diri), karena rasa malu.
Setiap anggota
masyarakat di Jepang harus berani dan fokus menatap cermin, setiap pagi
sebelum sarapan dan malam sebelum tidur selama 60 detik (satu menit), mengugat
diri/introspeksi diri dan bertanya yang ada di cermin, masihkah menghayati
etika & norma yang ada atau budaya malu sudah luntur dalam dirinya..??
Dari usia dini,
selain diajarkan budaya malu, anak anak diajarkan budaya saling memperhatikan
& melayani orang lain, budaya ini telah ditanamkan di sekolah dasar dan TK.
Kalau di Indonesia kita mengenal kata piket, di Jepang pun ada, dengan tanggung
jawab yang lebih banyak. Kelompok-kelompok piket yang bertugas bukan hanya
membersihkan kelas saja, tapi juga membantu memasak dan menyiapkan makanan
untuk teman-temannya, menyiram tanaman dan memberi makan binatang piaraan di
sekolah. Di hari-hari tertentu jika ada kegiatan bersih-bersih massal, semua
orang turun tak terkecuali, termasuk para pimpinan. Di jepang tidak perlu
promosi dalam bentuk foto atau siaran TV atas keterlibatan para pimpinan dalam menunjukkkan kesungguhan
dan kerja keras, karena di Jepang peduli pada lingkungan & kegiatan bersih
bersih masal sudah merupakan hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah jika ada
yang tidak berpartisipasi atau hanya sekedar tunjuk sana tunjuk sini. Selain
itu Anak anak dididik & diberi tanggungjawab sejak dini untuk membawa tas,
jaket atau perlengkapan sekolah lainnya sendiri, tanpa bantuan orang tua,
saudara ataupun pembantu.
Budaya malu,
mendahulukan dan melayani orang lain ini bersumber dari ajaran Zen Buddhism.
Melayani menumbuhkan rasa rendah hati dan kepekaan diri. Budaya malu
menumbuhkan rasa tanggungjawab, perbaikan diri dan penyesalan yang mendalam.
Padahal banyak masyarakat Jepang yang tidak beragama, tapi justru
mereka masih sangat teguh memegang tradisi ini dan bisa menghargai,
menghormati serta bertenggang rasa pada sesama hingga kini. Betapa
indahnya jika kita saling melayani sekaligus punya rasa malu dan betapa
damainya jika sifat rendah hati dan saling peduli bisa menjadi keseharian kita
tanpa memandang ras, suku bangsa maupun agama.
KESIMPULAN :
Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah
terlalu sering dinina- bobokan oleh istilah indonesia kaya,masyarakatnya suka
gotong royong, ada pancasila,agamanya kuat, dan lain-lain.Dan itu hanyalah
istilah, kenyataannya bisa kita lihat sendiri. Ternyata negarakita
hancur-hancuran, bahkan susah untuk recovery lagi, mana sifat gotong royong
yang membuat negara
seperti Korea, bisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa-apa sudah ramai duluan. Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurang an kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala bidang. Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih baik.
seperti Korea, bisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa-apa sudah ramai duluan. Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurang an kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala bidang. Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih baik.
Jumat, 18 November 2011
BERDASARKAN DATA YANG DIOLAH
1. BERDASARKAN DATA YANG DIOLAH
Komputer analog adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan alat penghitung yang bekerja pada level analog. Level analog di sini adalah lawan (dual) dari level digital, yang mana level digital adalah level tegangan 'high' (tinggi) dan 'low' (rendah), yang digunakan dalam implementasi bilangan biner. Secara mendasar, komponen elektronik yang digunakan sebagai inti dari komputer analog adalah op-amp (operational amplifier).
komputer digitalAdalah mesin komputer yang diciptakan untuk mengolah data yang bersifat kuantitatif dalam bentuk angka, huruf, tanda baca dan lain-lain. Yang pemrosesnya dilaksanakan berdasarkan teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi bilangan 0 dan 1.
Merupakan hasil teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (disebut juga dengan biner)untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Sinyal tersebut disebut sebuah bit. Sinyal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu: 1. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi. 2. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak memengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri, 3. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk, 4. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif. Komputer mengolah data yang ada adalah secara digital, melalui sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on atau off, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Kombinasi dari arus on atau off inilah yang yang mampu membuat komputer melakukan banyak hal, baik dalam mengenalkan huruf, gambar, suara, bahkan film-film menarik yang anda tonton dalam format digital.
komputer hybrid adalah jenis Komputer yang diperuntukkan untuk pengolahan data yang sifatnya baik kuantitatif maupun kualitatif, atau dengan istilah lain menggabungkan kemampuan digital dengan analog. Dengan perkataan lain data kuantitatif yang diolah menghasilkan data kualitatifnya dan sebaliknya.
2. BERDASARKAN UKURANNYA
Klasifikasi Komputer Menurut Ukurannya merupakan pembagian jenis komputer dilihat dari sudut pandang bentuk dan ukuran fisik, dimana dibedakan atas 6 jenis, yaitu Tower (Menara), Desktop (Meja), Portable, Notebook, Subnotebook, dan Palmtop. Dan perlu diketahui bahwa komputer yang berukuran kecil tidak berarti kemampuannya juga kecil/lemah, malah bisa jadi sebaliknya.
Jenis-jenis Komputer Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Fisik tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Tower (menara)
adalah yang biasanya diletakkan disamping atau dibawah meja, karena ukurannya yang relatif besar, sehingga memenuhi meja. Komputer ini biasanya banyak memiliki ruang didalamnya dan banyak memiliki expansionslot(tempat untuk memasang card tambahan), sehingga bisa ditambahkan dengan berbagai perangkat tambahan.
b. Desktop (meja)
adalah komputer yang ukurannya sedikit lebih kecil dari Tower, tetapi biasanya diletakkan diatas meja. Komputer ini paling banyak dipakai karena harganya yang lebih murah bila dibandingkan dengan bentuk yang lain. Komputer yang banyak kita pakai sekarang ini adalah jenis desktop.
c. Portable (mudah dibawa)
adalah komputer yang ukuran sedikit lebih kecil dari Desktop, karena bagian-bagiannya dapat dirangkai menjadi satu kotak saja, sehingga mudah dibawa kemana-mana. Komputer ini dulunya ditujukan bagi pemakai yang sering bertugas dilapangan, misalnya insinyur(sarjana sains), peneliti, dan sebagainya yang bertugas menyelesaikan suatu tempat tertentu atau peneliti yang mengumpulkan data dilokasi yang jauh dari kantornya. Komputer ini kurang populer karena relatif besar dan berat.
d. Notebook (buku catatan)
adalah komputer yang ukurannya sebesar buku catatan saja, dimana sekarang banyak dipakai pelajar, mahasiswa, dosen, pengusaha, peneliti, dan sebagainya. Notebook mempunyai ukuran yang hampir sama atau mirip dengan kertas kuarto,yaitu 8 ½ x 11 inci, tebalnya berkisar 1 hingga 1 ½ inci dan beratnya antara 4 sampai 6 kg.
e. Sub-notebook
adalah komputer yang ukurannya ada diantara komputer notebook dan palmtop. Ukuran komputer ini sedikit lebih kecil dari notebook karena ada sebagian perangkat yang tidak dipasang, biasanya disk drive.
f. Palmtop
adalah komputer yang dapat digenggam, karena ukurannya yang sangat kecil, kira-kira sedikit lebih kecil dibandingkan kaset video Beta. Komputer ini sering disebut handheld computer. Komputer ini tidak memerlukan aliran listrik,
melainkan baterai kecil biasa (ukuran AA). Kelemahan dari komputer ini adalah layarnya yang terlalu kecil dan keyboardnya sedikit lebih kecil dari ukuran standar, sehingga menyulitkan pemakai.
Sedangkan sebagai tambahan adalah baik mengetahui Jenis-jenis Komputer Berdasarkan Processor Komuter, yang digolongkan menjadi:
1. Mainframe
adalah komputer yang processornya mempunyai kemampuan besar karenaditujukan untuk banyak pemakai.
2. Minikomputer
adalah bentuk mini dari komputer mainframe, kalau mainframe memiliki ribuan terminal komputer mini lebih terbatas hanya sampai puluhan dan mungkin ratusan terminal.
3. Personal Computer
adalah komputer yang ditujukan untuk satu pemakai dengan satupemakaian program apilkasi saat tertentu.
Demikian pembahasan klasifikasi komputer menurut ukurannya. Dengan mengetahui klasifikasi tersebut diharapkan kita dapat lebih seksama dan maksimal dalam menguasai teknologi informasi sehingga dapat menjadi Manusia Intelektual yang Sanggup dan Mampu, Manusia demi Manusia lain dalam lingkup profesinya
3. 3. BERDASARKAN PENGGUNAANNYA
Special purpose computer berarti komputer untuk keperluan khusus. Komputer ini dirancang hanya untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Perangkat yang ada pada komputer ini, baik komponen input, output, pemroses serta softwarenya telah dirancang untuk keperluan tersebut. Biasanya software yang mengendalikan proses sudah berada langsung pada sistem. Contoh dari Special Purpose Computer ini adalah komputer yang digunakan untuk kasir pada supermarket.
General Purpose Computer Merupakan komputer yang dibuat untuk keperluan secara umum, sehingga komputer tersebut dapat digunakan untuk mengerjakan berbagai macam pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan usernya. Personal Computer merupakan salah satu contoh dari kategori ini.
Jumat, 11 November 2011
Lapisan Dalam Sistem Operasi
Lapisan Dalam Sistem Operasi
Struktur Sistem Operasi
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah dengan memecah tugastugas(
task) ke bentuk komponen-komponen kecil dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal
(monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.
a. Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian sistem operasi
dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup
originalnya. Contoh dari sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan
sistem operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga tidak dibagi
menjadi beberapa modul, sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana prosedur
dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan
yang disediakan sistem operasi untuk pengguna. Inisialisasi-nya terbatas pada fungsional perangkat
keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi
serangkaian interface dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU,
manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls.
Struktur Lapisan MS-DOS
Kelemahan struktur monolitik adalah:
• Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tidak dapat dipisahkan dan dialokasikan
• Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan
• Merupakan pemborosan memori bila setiap komputer harus menjalan kernel monolitik, karena
semua layanan tersimpan dalam bentuk tunggal sedangkan tidak semua layanan diperlukan.
• Kesalahahan sebagian fungsi menyebabkan sistem tidak berfungsi.
Keuntungan struktur monolitik adalah layanan dapat dilakukan dengan cepat karena terdapat dalam
satu ruang.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 6
Oct. 1, 2011
b. Pendekatan Berlapis (Layer Approach)
Sistem operasi dibagi menjadi beberapa lapisan. Lapisan terbawah (layer 0) adalah hardware dan
yang tertinggi (layer N) adalah user interface. Lapisan N memberi layanan untuk lapisan N+1
sedangkan proses-proses di lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 untuk membangun
layanan lapisan N+1. Lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 namun lapisan N tidak dapat
meminta layanan lapisan N+1. Masing-masing berjalan pada lapisannya sendiri.
Lapisan Sistem Operasi
Menurut Tanenbaum dan Woodhull, sistem terlapis terdiri dari enam lapisan, yaitu:
1. Lapisan 0. Mengatur alokasi prosesor, pertukaran antar proses ketika interupsi terjadi atau waktu
habis dan lapisan ini mendukung dasar multi-programming pada CPU.
2. Lapisan 1. Mengalokasikan ruang untuk proses di memori utama dan pada 512 kilo word drum
yang digunakan untuk menahan bagian proses ketika tidak ada ruang di memori utama.
3. Lapisan 2. Menangani komunikasi antara masing-masing proses dan operator console. Lapisan
ini masing-masing proses secara efektif memiliki operator console sendiri.
4. Lapisan 3. Mengatur peranti I/O dan menampung informasi yang mengalir dari/ke proses
tersebut.
5. Lapisan 4. Tempat program pengguna. Pengguna tidak perlu memikirkan tentang proses,
memori, console, atau manajemen I/O.
6. Lapisan 5. Merupakan operator sistem.
Contoh sistem operasi yang menggunakan pendekatan berlapis adalah THE yang dibuat oleh
Djikstra dan mahasiswa-mahasiswanya, serta sistem operasi MULTICS.
Kelemahan struktur ini adalah fungsi-fungsi sistem operasi harus diberikan ke tiap lapisan secara
hati-hati. Sedangkan keunggulannya adalah memeliki semua kelebihan rancangan modular, yaitu
sistem dibagi menjadi beberapa modul dan tiap modul dirancang secara independen. Tiap lapisan
dapat dirancang, dikode dan diuji secara independen. Pendekatan berlapis menyederhanakan
rancangan, spesifikasi dan implementasi sistem operasi.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 7
Oct. 1, 2011
c. Microkernels
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak diperlukan dari kernel
dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan program-program level user. Hal ini akan
menghasilkan kernel yang kecil. Fungsi utama dari jenis ini adalah menyediakan fasilitas
komunikasi antara program client dan bermacam pelayanan yang berjalan pada ruang user. Contoh
sistem operasi yang menggunakan metode ini adalah TRU64 UNIX, MacOSX dan QNX.
Keuntungan dari kernel ini adalah kemudahan dalam memperluas sistem operasi, mudah untuk
diubah ke bentuk arsitektur baru, kode yang kecil dan lebih aman. Kelemahannya adalah kinerja
akan berkurang selagi bertambahnya fungsi-fungsi yang digunakan.
d. Modular (Modules)
Kernel mempunyai kumpulan komponen-komponen inti dan secara dinamis terhubung pada
penambahan layanan selama waktu boot atau waktu berjalan. Sehingga strateginya menggunakan
pemanggilan modul secara dinamis (Loadable Kernel Modules). Umumnya sudah
diimplementasikan oleh sistem operasi modern seperti Solaris, Linux dan MacOSX.
Solaris loadable modules
Sistem Operasi Apple Macintosh Mac OS X menggunakan struktur hybrid. Strukturnya
menggunakan teknik berlapis dan satu lapisan diantaranya menggunakan Mach microkernel.
e. Virtual Machine
Dalam struktur ini user seakan-akan mempunyai seluruh komputer dengan simulasi atas pemroses
yang digunakan. Sistem operasi melakukan simulasi mesin nyata yang digunakan user, mesin
virtual ini merupakan tiruan seratus persen atas mesin nyata.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 8
Oct. 1, 2011
(a) Non virtual machine (b) Virtual machine
Teknologi ini awalnya digunakan pada IBM S/370. VM/370 menyediakan mesin virtual untuk tiap
user dengan membuat mesin virtual baru pada saat user tersebut melakukan log sistem. Kemudian
teknik ini berkembang menjadi operating system emulator sehingga sistem operasi dapat
menjalankan aplikasi-aplikasi untuk sistem operasi lain.
Dalam lingkungan ini terdapat proteksi berbagai sumber daya sistem. Setiap virtual-machine secara
lengkap mengisolasi dari semua virtual-machine yang lain, sehingga tidak ada masalah proteksi.
Ada dua pendekatan dalam penyediaan sharing yang diimplementasikan, pertama hal ini
memungkinkan share minidisk dan share files. Kedua, memungkinkan pendefinisian jaringan
virtual-machine, sehingga dapat mengirim informasi melalui virtual jaringan komunikasi.
Contoh dari pengembangan itu adalah sebagai berikut:
o Sistem operasi MS-Windows NT dapat menjalankan aplikasi untuk MS-DOS, OS/2 mode teks
dan aplikasi WIN16.
o IBM mengembangkan WABI untuk meng-emulasikan Win32 API sehingga sistem operasi yang
menjalankan WABI dapat menjalankan aplikasi-aplikasi untuk MS-Windows.
o Para pengembang Linux membuat DOSEMU untuk menjalankan aplikas-aplikasi DOS pada
sistem operasi Linux, WINE untuk menjalankan aplikasi-aplikasi MS-Windows.
o VMWare merupakan aplikasi komersial yang meng-abstraksikan perangkat keras intel 80x86
menjadi virtual mesin dan dapat menjalan beberapa sistem operasi lain (guest operating system)
di dalam sistem operasi MS-Windos atau Linux (host operating system). VirtualBox merupakan
salah satu aplikasi sejenis yang opensource.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 9
Oct. 1, 2011
Arsitektur Virtual Machine
Struktur Sistem Operasi
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah dengan memecah tugastugas(
task) ke bentuk komponen-komponen kecil dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal
(monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.
a. Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian sistem operasi
dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup
originalnya. Contoh dari sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan
sistem operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga tidak dibagi
menjadi beberapa modul, sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana prosedur
dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan
yang disediakan sistem operasi untuk pengguna. Inisialisasi-nya terbatas pada fungsional perangkat
keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi
serangkaian interface dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU,
manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls.
Struktur Lapisan MS-DOS
Kelemahan struktur monolitik adalah:
• Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tidak dapat dipisahkan dan dialokasikan
• Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan
• Merupakan pemborosan memori bila setiap komputer harus menjalan kernel monolitik, karena
semua layanan tersimpan dalam bentuk tunggal sedangkan tidak semua layanan diperlukan.
• Kesalahahan sebagian fungsi menyebabkan sistem tidak berfungsi.
Keuntungan struktur monolitik adalah layanan dapat dilakukan dengan cepat karena terdapat dalam
satu ruang.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 6
Oct. 1, 2011
b. Pendekatan Berlapis (Layer Approach)
Sistem operasi dibagi menjadi beberapa lapisan. Lapisan terbawah (layer 0) adalah hardware dan
yang tertinggi (layer N) adalah user interface. Lapisan N memberi layanan untuk lapisan N+1
sedangkan proses-proses di lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 untuk membangun
layanan lapisan N+1. Lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 namun lapisan N tidak dapat
meminta layanan lapisan N+1. Masing-masing berjalan pada lapisannya sendiri.
Lapisan Sistem Operasi
Menurut Tanenbaum dan Woodhull, sistem terlapis terdiri dari enam lapisan, yaitu:
1. Lapisan 0. Mengatur alokasi prosesor, pertukaran antar proses ketika interupsi terjadi atau waktu
habis dan lapisan ini mendukung dasar multi-programming pada CPU.
2. Lapisan 1. Mengalokasikan ruang untuk proses di memori utama dan pada 512 kilo word drum
yang digunakan untuk menahan bagian proses ketika tidak ada ruang di memori utama.
3. Lapisan 2. Menangani komunikasi antara masing-masing proses dan operator console. Lapisan
ini masing-masing proses secara efektif memiliki operator console sendiri.
4. Lapisan 3. Mengatur peranti I/O dan menampung informasi yang mengalir dari/ke proses
tersebut.
5. Lapisan 4. Tempat program pengguna. Pengguna tidak perlu memikirkan tentang proses,
memori, console, atau manajemen I/O.
6. Lapisan 5. Merupakan operator sistem.
Contoh sistem operasi yang menggunakan pendekatan berlapis adalah THE yang dibuat oleh
Djikstra dan mahasiswa-mahasiswanya, serta sistem operasi MULTICS.
Kelemahan struktur ini adalah fungsi-fungsi sistem operasi harus diberikan ke tiap lapisan secara
hati-hati. Sedangkan keunggulannya adalah memeliki semua kelebihan rancangan modular, yaitu
sistem dibagi menjadi beberapa modul dan tiap modul dirancang secara independen. Tiap lapisan
dapat dirancang, dikode dan diuji secara independen. Pendekatan berlapis menyederhanakan
rancangan, spesifikasi dan implementasi sistem operasi.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 7
Oct. 1, 2011
c. Microkernels
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak diperlukan dari kernel
dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan program-program level user. Hal ini akan
menghasilkan kernel yang kecil. Fungsi utama dari jenis ini adalah menyediakan fasilitas
komunikasi antara program client dan bermacam pelayanan yang berjalan pada ruang user. Contoh
sistem operasi yang menggunakan metode ini adalah TRU64 UNIX, MacOSX dan QNX.
Keuntungan dari kernel ini adalah kemudahan dalam memperluas sistem operasi, mudah untuk
diubah ke bentuk arsitektur baru, kode yang kecil dan lebih aman. Kelemahannya adalah kinerja
akan berkurang selagi bertambahnya fungsi-fungsi yang digunakan.
d. Modular (Modules)
Kernel mempunyai kumpulan komponen-komponen inti dan secara dinamis terhubung pada
penambahan layanan selama waktu boot atau waktu berjalan. Sehingga strateginya menggunakan
pemanggilan modul secara dinamis (Loadable Kernel Modules). Umumnya sudah
diimplementasikan oleh sistem operasi modern seperti Solaris, Linux dan MacOSX.
Solaris loadable modules
Sistem Operasi Apple Macintosh Mac OS X menggunakan struktur hybrid. Strukturnya
menggunakan teknik berlapis dan satu lapisan diantaranya menggunakan Mach microkernel.
e. Virtual Machine
Dalam struktur ini user seakan-akan mempunyai seluruh komputer dengan simulasi atas pemroses
yang digunakan. Sistem operasi melakukan simulasi mesin nyata yang digunakan user, mesin
virtual ini merupakan tiruan seratus persen atas mesin nyata.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 8
Oct. 1, 2011
(a) Non virtual machine (b) Virtual machine
Teknologi ini awalnya digunakan pada IBM S/370. VM/370 menyediakan mesin virtual untuk tiap
user dengan membuat mesin virtual baru pada saat user tersebut melakukan log sistem. Kemudian
teknik ini berkembang menjadi operating system emulator sehingga sistem operasi dapat
menjalankan aplikasi-aplikasi untuk sistem operasi lain.
Dalam lingkungan ini terdapat proteksi berbagai sumber daya sistem. Setiap virtual-machine secara
lengkap mengisolasi dari semua virtual-machine yang lain, sehingga tidak ada masalah proteksi.
Ada dua pendekatan dalam penyediaan sharing yang diimplementasikan, pertama hal ini
memungkinkan share minidisk dan share files. Kedua, memungkinkan pendefinisian jaringan
virtual-machine, sehingga dapat mengirim informasi melalui virtual jaringan komunikasi.
Contoh dari pengembangan itu adalah sebagai berikut:
o Sistem operasi MS-Windows NT dapat menjalankan aplikasi untuk MS-DOS, OS/2 mode teks
dan aplikasi WIN16.
o IBM mengembangkan WABI untuk meng-emulasikan Win32 API sehingga sistem operasi yang
menjalankan WABI dapat menjalankan aplikasi-aplikasi untuk MS-Windows.
o Para pengembang Linux membuat DOSEMU untuk menjalankan aplikas-aplikasi DOS pada
sistem operasi Linux, WINE untuk menjalankan aplikasi-aplikasi MS-Windows.
o VMWare merupakan aplikasi komersial yang meng-abstraksikan perangkat keras intel 80x86
menjadi virtual mesin dan dapat menjalan beberapa sistem operasi lain (guest operating system)
di dalam sistem operasi MS-Windos atau Linux (host operating system). VirtualBox merupakan
salah satu aplikasi sejenis yang opensource.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 9
Oct. 1, 2011
Arsitektur Virtual Machine
DASAR SISTEM OPERASI
Dasar Sistem Operasi
A. Pengertian Sistem Operasi
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem
komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan
menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer. Sistem operasi Komputer
adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen
perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti
program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem
Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem komputer terdiri dari:
Jika dilihat sebagai lapisan, maka sistem operasi merupakan lapisan penghubung antara hardware dan
software.
Fungsi Dasar
Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program
aplikasi, sistem-operasi, dan para pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi
penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para pengguna.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori
komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer
dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan,
dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum
tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga
masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat
dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum
tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sasaran Sistem Operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu kenyamanan -- membuat penggunaan komputer
menjadi lebih nyaman, efisien -- penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu
USER/BRAINWARE
PROGRAM APLIKASI
SISTEM OPERASI
HARDWARE
}Software
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 2
Oct. 1, 2011
berevolusi -- sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan,
pengujian serta pengajuan sistem-sistem yang baru.
Sejarah Sistem Informasi
Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi
kedalam empat generasi:
o Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti
sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan
manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini
belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara
langsung.
o Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu
rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi
sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah
FMS dan IBSYS.
o Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai
sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer,
maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan multiprogramming
(melayani banyak program sekaligus).
o Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari
keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para
pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer
yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana
komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga
tercapai kinerja yang lebih baik.
Sejarah Perkembangan Sistem Operasi
Generasi Sistem Operasi
Generasi ke-1 (1945-1955) : Vacuum Tubes dan Plugboards
- Analytical Engine (Charles Babbage)
- Calculating Engine menggunakan vacuum tubes (Howard Aitken, John von Neumann, J.P
Eckert, Konrad Zuse)
- Beluam ada bahasa pemrograman
- Belum ada sistem operasi
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 3
Oct. 1, 2011
- Operasi menggunakan plugboard
- Pengenalan punched card
Generasi Ke-2 (1955-1965) : Transistors dan Batch System
- Pengenalan transistor untuk komputer
- Pemisahan fungsi personil (Designer, Operator, Programmer, Maintenance personel)
- Pengenalan job (program atau seperangkat program)
- Penggunaan bahasa FORTRAN, Assembeler
- Penerapan Batch System
- Pengoperasian Off-Line
- Penggunaan mesin-mesin besar untuk kalkulasi sains dan engineering
- Typical operating system : FMS (Fortran Monitor System) dan IBSYS (sistem operasi untuk
IBM 7094)
Generasi Ke-3 (1965-1980) : IC dan Multiprogramming
- IBM mengenalkan IBM 360 dengan sistem operasi OS/360
- Menggunakan Integrated Circuit (IC)
- Dapat menangani komputasi sains dan komersial
- Mengadopsi konsep ‘one family’
- Sistem operasi berukuran besar dan kompleks
- Mengenalkan multiprogramming (menerapkan partisi memori dengan job-job yang berbeda pada
setiap partisi)
- Mengenalkan SPOOLING (Simultaneous Peripheral Operation On Line)
- Mengenalkan Time Sharing (berbagi waktu)
- Sistem time sharing pertama, CTSS, dikembangkan di MIT
- Usaha pengembangan ‘computer utility’ mesin yang dapat menunjang ratusan time sharing user
- Pengembangan komputer MINI (DEC-PDP-1 s/d PDP-11)
- Ken Thompson mengembangkan versi satu pemakai (single user) dari MULTICS (MULTIplex
and Computing Services)
- UNIX (Uniplexed Information and Computing Services)
Generasi Ke-4 (1980-1990) : LSI, VLSI, dan Personal Computer (PC)
- Pengembangan LSI dan VLSI melahirkan PC dan Workstation
- Perangkat lunaknya ‘user friendly’
- Dua sistem operasi yang dominan :
MS-DOS (pada IBM-PC dengan CPU Intel 8088, 80286, 80386, 80486)
UNIX (pada Non-Intel computer dan workstation)
- RISC Chips
- Network Operating System
- Distributed Operating System
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 4
Oct. 1, 2011
Generasi Ke-5 (1990-sekarang) : VLSI, ULSI an teknologi Nano Second, Internet, Multimedia
- Pengembangan VLSI an ULSI melahirkan PC yang berbasis Pentium untuk server maupun
workstation
- Pengembangan sistem operasi windows
- Pengembangan internet dan multimedia
- Pengembangan aplikasi yang berbasis Web atau WWW
Layanan Sistem Operasi
Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan sebagai berikut:
1. Pembuatan program
sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu para pemrogram untuk menulis
program
2. Eksekusi program
Instruksi-instruksi dan data-data harus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/
keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu
harus di tangani oleh sistem operasi
3. Pengaksesan I/O Device
Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali
menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi
4. Pengaksesan terkendali terhadap berkas.
Disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap
berkas
5. Pengaksesan sistem
Menggunakan prinsip shared system (sistem digunakan bersamaan dalam suatu waktu). Fungsi
pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak
terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya
6. Deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan.
Jika muncul permasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan
tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang
berjalan
7. Akunting.
Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan
memonitor parameter kinerja.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 5
Oct. 1, 2011
B. Lapisan Dalam Sistem Operasi
Struktur Sistem Operasi
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah dengan memecah tugastugas(
task) ke bentuk komponen-komponen kecil dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal
(monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.
a. Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian sistem operasi
dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup
originalnya. Contoh dari sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan
sistem operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga tidak dibagi
menjadi beberapa modul, sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana prosedur
dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan
yang disediakan sistem operasi untuk pengguna. Inisialisasi-nya terbatas pada fungsional perangkat
keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi
serangkaian interface dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU,
manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls.
Struktur Lapisan MS-DOS
Kelemahan struktur monolitik adalah:
• Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tidak dapat dipisahkan dan dialokasikan
• Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan
• Merupakan pemborosan memori bila setiap komputer harus menjalan kernel monolitik, karena
semua layanan tersimpan dalam bentuk tunggal sedangkan tidak semua layanan diperlukan.
• Kesalahahan sebagian fungsi menyebabkan sistem tidak berfungsi.
Keuntungan struktur monolitik adalah layanan dapat dilakukan dengan cepat karena terdapat dalam
satu ruang.
A. Pengertian Sistem Operasi
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem
komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan
menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer. Sistem operasi Komputer
adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen
perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti
program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem
Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem komputer terdiri dari:
Jika dilihat sebagai lapisan, maka sistem operasi merupakan lapisan penghubung antara hardware dan
software.
Fungsi Dasar
Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program
aplikasi, sistem-operasi, dan para pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi
penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para pengguna.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori
komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer
dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan,
dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum
tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga
masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat
dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum
tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sasaran Sistem Operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu kenyamanan -- membuat penggunaan komputer
menjadi lebih nyaman, efisien -- penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu
USER/BRAINWARE
PROGRAM APLIKASI
SISTEM OPERASI
HARDWARE
}Software
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 2
Oct. 1, 2011
berevolusi -- sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan,
pengujian serta pengajuan sistem-sistem yang baru.
Sejarah Sistem Informasi
Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi
kedalam empat generasi:
o Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti
sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan
manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini
belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara
langsung.
o Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu
rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi
sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah
FMS dan IBSYS.
o Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai
sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer,
maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan multiprogramming
(melayani banyak program sekaligus).
o Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari
keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para
pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer
yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana
komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga
tercapai kinerja yang lebih baik.
Sejarah Perkembangan Sistem Operasi
Generasi Sistem Operasi
Generasi ke-1 (1945-1955) : Vacuum Tubes dan Plugboards
- Analytical Engine (Charles Babbage)
- Calculating Engine menggunakan vacuum tubes (Howard Aitken, John von Neumann, J.P
Eckert, Konrad Zuse)
- Beluam ada bahasa pemrograman
- Belum ada sistem operasi
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 3
Oct. 1, 2011
- Operasi menggunakan plugboard
- Pengenalan punched card
Generasi Ke-2 (1955-1965) : Transistors dan Batch System
- Pengenalan transistor untuk komputer
- Pemisahan fungsi personil (Designer, Operator, Programmer, Maintenance personel)
- Pengenalan job (program atau seperangkat program)
- Penggunaan bahasa FORTRAN, Assembeler
- Penerapan Batch System
- Pengoperasian Off-Line
- Penggunaan mesin-mesin besar untuk kalkulasi sains dan engineering
- Typical operating system : FMS (Fortran Monitor System) dan IBSYS (sistem operasi untuk
IBM 7094)
Generasi Ke-3 (1965-1980) : IC dan Multiprogramming
- IBM mengenalkan IBM 360 dengan sistem operasi OS/360
- Menggunakan Integrated Circuit (IC)
- Dapat menangani komputasi sains dan komersial
- Mengadopsi konsep ‘one family’
- Sistem operasi berukuran besar dan kompleks
- Mengenalkan multiprogramming (menerapkan partisi memori dengan job-job yang berbeda pada
setiap partisi)
- Mengenalkan SPOOLING (Simultaneous Peripheral Operation On Line)
- Mengenalkan Time Sharing (berbagi waktu)
- Sistem time sharing pertama, CTSS, dikembangkan di MIT
- Usaha pengembangan ‘computer utility’ mesin yang dapat menunjang ratusan time sharing user
- Pengembangan komputer MINI (DEC-PDP-1 s/d PDP-11)
- Ken Thompson mengembangkan versi satu pemakai (single user) dari MULTICS (MULTIplex
and Computing Services)
- UNIX (Uniplexed Information and Computing Services)
Generasi Ke-4 (1980-1990) : LSI, VLSI, dan Personal Computer (PC)
- Pengembangan LSI dan VLSI melahirkan PC dan Workstation
- Perangkat lunaknya ‘user friendly’
- Dua sistem operasi yang dominan :
MS-DOS (pada IBM-PC dengan CPU Intel 8088, 80286, 80386, 80486)
UNIX (pada Non-Intel computer dan workstation)
- RISC Chips
- Network Operating System
- Distributed Operating System
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 4
Oct. 1, 2011
Generasi Ke-5 (1990-sekarang) : VLSI, ULSI an teknologi Nano Second, Internet, Multimedia
- Pengembangan VLSI an ULSI melahirkan PC yang berbasis Pentium untuk server maupun
workstation
- Pengembangan sistem operasi windows
- Pengembangan internet dan multimedia
- Pengembangan aplikasi yang berbasis Web atau WWW
Layanan Sistem Operasi
Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan sebagai berikut:
1. Pembuatan program
sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu para pemrogram untuk menulis
program
2. Eksekusi program
Instruksi-instruksi dan data-data harus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/
keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu
harus di tangani oleh sistem operasi
3. Pengaksesan I/O Device
Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali
menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi
4. Pengaksesan terkendali terhadap berkas.
Disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap
berkas
5. Pengaksesan sistem
Menggunakan prinsip shared system (sistem digunakan bersamaan dalam suatu waktu). Fungsi
pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak
terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya
6. Deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan.
Jika muncul permasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan
tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang
berjalan
7. Akunting.
Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan
memonitor parameter kinerja.
Pengantar Teknologi Sistem Informasi B
Pertemuan 1. Jeje, Skom Page 5
Oct. 1, 2011
B. Lapisan Dalam Sistem Operasi
Struktur Sistem Operasi
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah dengan memecah tugastugas(
task) ke bentuk komponen-komponen kecil dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal
(monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.
a. Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian sistem operasi
dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup
originalnya. Contoh dari sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan
sistem operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga tidak dibagi
menjadi beberapa modul, sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana prosedur
dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan
yang disediakan sistem operasi untuk pengguna. Inisialisasi-nya terbatas pada fungsional perangkat
keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi
serangkaian interface dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU,
manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls.
Struktur Lapisan MS-DOS
Kelemahan struktur monolitik adalah:
• Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tidak dapat dipisahkan dan dialokasikan
• Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan
• Merupakan pemborosan memori bila setiap komputer harus menjalan kernel monolitik, karena
semua layanan tersimpan dalam bentuk tunggal sedangkan tidak semua layanan diperlukan.
• Kesalahahan sebagian fungsi menyebabkan sistem tidak berfungsi.
Keuntungan struktur monolitik adalah layanan dapat dilakukan dengan cepat karena terdapat dalam
satu ruang.
PROGRAM MANIPULASI DATA PADA QBASIC
Fungsi-fungsi manipulasi data pada Qbasic :
Fungsi String
1. Fungsi LEN : Digunakan untuk menghitung panjang dari suatu ungkapan string
2. Fungsi LEFT$ : Digunakan untuk mengambil sejumlah karakter dari mulai posisi
paling kiri
3. Fungsi RIGHT$ : Digunakan untuk mengambil sejumlah karakter dari mulai posisi
paling kanan
4. Fungsi MID$ : Digunakan untuk mengambil sejumlah karakter ditengah mulai
posisi yang tertentu.
5. Fungsi VAL : Digunakan untuk mengkonversi data string menjadi data
numeric
6. Fungsi STR$ : Digunakan untuk mengkonversi data numerik menjadi data string.
Fungsi Aritmatika
1. Fungsi SIN
Digunakan untuk mencari harga sinus suatu sudut yang dinyatakan dalam radian.
PRINT SIN(1.5)
PRINT SIN(30)
Output:
.9974951
-.9880317
2. Fungsi COS
Digunakan untuk mencari harga cosinus suatu sudut yang dinyatakan dalam radian.
D= 3.14159/180
PRINT COS(15*D)
Output :
.965926
3. Fungsi ABS (Absolute)
Digunakan untuk mengambil harga mutlak dari suatu ekspresi numeris.
Contoh 12 :
PRINT ABS(-28.8)
PRINT ABS(-5*3)
Output:
28.8
15
4. Fungsi SQR
Digunakan untuk mengambil harga akar kuadrat dari suatu bilangan.
Contoh 16 :
PRINT SQR(16)
PRINT SQR(32*2)
Output :
4
8
9
5. Fungsi Integer (INT)
Digunakan untuk membulatkan suatu pecahan ke bilangan bulat terkecil.
Contoh 17 :
PRINT INT (- 3.5)
PRINT INT (5.4)
Output :
-4
5
6. Fungsi Modulo (MOD)
Digunakan untuk menghitung sisa pembagian dari dua buah operand
X=15 : Y=4
SISA=X MOD Y
PRINT“SISA PEMBAGIAN DARI”;X;”DIBAGI”;Y;”=”;SISA
END
Output :
SISA PEMBAGIAN DARI 15 DIBAGI 4 = 3
MEMBUAT PROGRAM TENTANG MANIPULASI DATA
1. Input nama kalian sendiri.
2. Hitung panjang nama tersebut.
3. Ambil 4 karakter dari kiri.
4. Ambil 5 karakterdari kanan.
5. Ambil 6 karakter dari huruf ketiga.
Koding yang di tulis pada Qbasic…
Maka jika kita menjalankan program ini output nya adalah…
tampilan pada Qbasic :
Input nama kita terlebih dahulu
Jika di enter maka hasilnya adalah :
Langganan:
Postingan (Atom)


